Sabtu, 05 Oktober 2013

Review Carl Zeiss Jena Biotar 58 mm f/2

Biotar, adalah salah satu lensa manual favorit saya. Termasuk lensa normal, artinya sama dengan pandangan mata manusia di focal length 58mm, dengan aperture terbesar f/2 (wide open. Memiliki efek bokeh khusus, yaitu swirly bokeh, entah bagaimana bisa begitu (saya ga ngerti masalah lensa melensa), namun bokeh tersebutlah yang menjadi kekuatan lensa manula dan manual ini. Tidak banyak lensa yang memiliki efek blur seperti ini.
Diproduksi antara tahun 1946-1960 di Jena, Jerman Timur, oleh pabrikan lensa nomor wahid : CARL ZEISS Jarak fokus terdekat sekitar 50 cm sampai dengan infinity, aperture f/2 sampai f/22 Built in lensa yang kokoh karena terbuat dari aluminium khusus, mount yang banyak adalah mount m42 (ulir 42mm), meskipun ada beberapa yang ber-mount pentax, c/y, dll. T red, melambangkan bahwa lensa ini di jamannya sudah menggunakan coating yang cukup bagus, dengan warna biru keunguan. Pada optic lensa ini sering terlihat bubble-bubble kecil, dimana hal itu diklaim sebagai optik terbaik dimasanya, dan nyatanya memang tidak berpengaruh sama sekali pada hasil gambar. Untuk body kamera sekarang, dapat digunakan dengan adapter yang sesuai misalnya m42-EOS, m42-Nikon, m42-Nex, dan sebagainya, dengan harga adapter yang cukup terjangkau. sehingga keajaiban lensa nan mungil ini bisa kita nikmati pada masa era digital ini.
Seperti diketahui, teknologi optik milik biotar ini diklonning oleh pabrikan lensa Russia, dengan nama dagang Helios seri 44X-X, dimana efek bokeh swirly juga terdapat di helios seri ini, disamping kakaknya helios 40-X 85mm f/1,5 yang mencontek juga Biotar 75mm....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar